Berita

Bagaimana mencegah korosi pitting pada pelat baja tahan karat

2024-12-26

Untuk mencegah pittingpelat baja tahan karat, hal ini terutama melalui peningkatan lingkungan penggunaan baja tahan karat, perawatan permukaan, dan pemilihan bahan yang tepat untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan khusus:


1. Pilih bahan baja tahan karat yang tepat

Pilih kelas baja tahan karat dengan ketahanan korosi yang tinggi: Misalnya, baja tahan karat 316 memiliki kinerja lebih baik daripada baja tahan karat 304 dalam hal ketahanan terhadap korosi klorida. Untuk lingkungan dengan ketahanan korosi yang kuat, bahan dengan ketahanan korosi klorida yang kuat harus dipilih.

Meningkatkan kandungan kromium dan nikel: Semakin tinggi kandungan kromium, semakin tebal lapisan oksida kromium yang terbentuk, sehingga meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Penambahan nikel juga dapat meningkatkan ketahanan pitting pada baja tahan karat.


2. Perawatan permukaan dan pasivasi

Perawatan pembersihan dan pasivasi: Pastikan permukaan baja tahan karat bersih dan hilangkan kontaminan seperti oli, serbuk besi, dan karat. Perlakuan pasif dapat meningkatkan ketebalan lapisan film kromium oksida permukaan, meningkatkan ketahanan korosi, dan mengurangi risiko lubang.

Permukaan yang dipoles: Perawatan pemolesan membuat permukaan baja tahan karat lebih halus, sehingga dapat mengurangi cacat permukaan, sehingga mengurangi kemungkinan penumpukan media korosif dan kemungkinan terjadinya lubang.


3. Hindari kontaminasi ion klorida

Kurangi paparan terhadap ion klorida: Ion klorida (Cl⁻) adalah penyebab utama korosi lubang, terutama di lautan, industri kimia, atau lingkungan yang menggunakan deterjen yang mengandung klorin. Hindari kontak antara baja tahan karat dan klorida, atau bersihkan permukaan tepat waktu untuk menghilangkan akumulasi garam.

Berhati-hatilah saat menggunakan bahan yang mengandung klorin: Jika baja tahan karat harus digunakan di lingkungan klorida, pilihlah paduan yang lebih tahan terhadap korosi klorida dan lakukan tindakan pembersihan dan perlindungan secara teratur.


4. Pengendalian faktor lingkungan

Hindari lingkungan bersuhu dan lembab yang ekstrim: Lingkungan bersuhu tinggi dan lembab akan merusak lapisan oksida pada permukaan baja tahan karat dan meningkatkan risiko korosi lubang. Di lingkungan yang lembab, usahakan untuk menghindari kontak jangka panjang antara baja tahan karat dengan air, terutama di air yang mengandung garam atau zat korosif lainnya.

Hindari lingkungan asam: Lingkungan asam kuat dapat dengan mudah merusak lapisan pasif pada permukaan baja tahan karat, menyebabkan korosi lokal. Baja tahan karat harus dihindari agar tidak terkena lingkungan dengan nilai pH terlalu rendah.

Hindari paparan terhadap gas korosif seperti klorin dan amonia: Gas-gas ini dapat merusak lapisan pelindung pada permukaan baja tahan karat dan meningkatkan risiko korosi lubang.


5. Hindari kerusakan mekanis

Mencegah goresan dan keausan: Kerusakan mekanis akan merusak lapisan pasivasi pada permukaan baja tahan karat, dan logam yang terbuka akan terkena media korosif, sehingga mengakibatkan lubang. Oleh karena itu, hindari terjadinya goresan atau kerusakan lainnya pada permukaan stainless steel.

Inspeksi dan perawatan rutin: Untuk suku cadang yang rentan terhadap gesekan dan benturan, periksa kondisi permukaannya secara teratur, perbaiki suku cadang yang rusak tepat waktu, dan cegah penyebaran korosi.


6. Perlindungan korosi elektrokimia

Hindari korosi galvanik: Ketika baja tahan karat bersentuhan dengan logam lain, korosi galvanik akan terbentuk, yang menyebabkan lubang. Hindari kontak antara logam yang berbeda atau gunakan bahan isolasi untuk mencegah korosi galvanik.

Gunakan anoda korban: Dalam beberapa aplikasi, anoda korban dapat digunakan untuk melindungi baja tahan karat, terutama di lingkungan air laut atau lingkungan yang sangat korosif. Anoda pengorbanan dapat secara efektif mengurangi risiko lubang pada baja tahan karat.


7. Hindari perendaman dalam air dalam jangka waktu lama

Baja tahan karat mudah berlubang jika direndam dalam air dalam waktu lama, terutama pada air yang mengandung klorida atau zat asam. Bagian baja tahan karat harus dihindari agar tidak terendam dalam lingkungan air seperti itu dalam waktu lama.


8. Pembersihan dan pemeliharaan rutin

Pembersihan rutin: Bersihkan permukaan baja tahan karat untuk menghilangkan kotoran seperti garam, minyak, debu, dll., dan mengurangi kerusakan akibat media korosif pada permukaan. Gunakan deterjen netral dan kain lembut, dan hindari penggunaan deterjen yang mengandung klorin atau alat pembersih yang terlalu kasar.

Inspeksi dan perbaikan rutin: Periksa permukaan baja tahan karat secara teratur, dan lakukan tindakan perbaikan tepat waktu ketika ditemukan lubang atau tanda-tanda korosi lainnya untuk mencegah masalah meluas.


9. Optimalkan desain

Hindari penumpukan kelembapan: Saat mendesain, pertimbangkan untuk menghindari penumpukan kelembapan, kotoran, atau garam pada permukaan atau sambungan baja tahan karat. Desainnya harus berusaha menghindari pembentukan sudut mati atau area akumulasi air pada permukaan baja tahan karat.

Pilih proses pengelasan secara rasional: Pengelasan adalah salah satu penyebab umum terjadinya lubang. Memilih proses pengelasan yang sesuai dan melakukan perawatan pasca pengelasan dengan baik dapat mengurangi terjadinya pitting. Saat mengelas, hindari panas berlebih untuk mencegah terbentuknya area miskin kromium.

Dengan menggabungkan langkah-langkah di atas, pittingpelat baja tahan karatdapat dicegah secara efektif, masa pakainya dapat diperpanjang, dan penampilan serta kinerja yang baik dapat dipertahankan.


Berita Terkait
X
We use cookies to offer you a better browsing experience, analyze site traffic and personalize content. By using this site, you agree to our use of cookies. Privacy Policy
Reject Accept